Pengantar Ilmu Ekonomi Review BAB 7-9

BAB VII

KONSUMEN, PRODUSEN, DAN EFISIENSI PASAR

Ilmu ekonomi  kesejahteraan (welfare economy), adalah suatus studi tentang bagaimana alokasi sumber daya mempengaruhi kesejahteraan ekonomis.

Surplus Konsumen

ü    Kesediaan membayar

Kesediaan membayar (willingness to pay) adalah jumlah harga maksimum yang mau dibayar oleh konsumen untuk memperoleh suatu barang. Sedangkan surplus konsumen (cosumer surplus) adalah selisih antara kesediaan konsumen membayar dengan nilai sesungguhnya yang ia bayarkan. Antara kesediaan membayar dengan surplus konsumen itu memiliki hubungan dimana bahwa surplus konsumen itu ikut mengukur keuntungan konsumen atas partisipasinya disebuah pasar.

ü    Penggunaan Kurva Permintaan untuk Mengukur Surplus konsumen

Surplus konsumen memiliki kaitan dengan apa yang disebut kurva permintaan atas suatu produk. Dalam kurva permintaan, pada setiap kuantitas yang diminta, harga kesedian ditunjukan oleh kurva- kurva permintaan sama dengan kesediaan membayar pembeli marjinal (marginal buyer), yakni pembeli yang akan langsung meninggalkan pasar pertama kali begitu harga naik lagi.

ü    Bagaimana Harga yang Lebih Rendah Meningkatkan Surplus Konsumen Dalam pasar, masyarakat sebagai pembeli senantiasa menginginkan harga yang lebih rendah untuk setiap barang yang akan mereka beli,  sehingga dengan penurunan harga bisa jadi akan meningkatkan kesejahteraan pembeli.

ü    Apa yang Diukur oleh Surplus Konsumen?

Surplus konsumen adalah jumlah yang akan dibayarkan pembeli atas barang dikurangi harga yang sebenarnya mereka bayarkan. Intinya bahwa surplus konsumen mengukur manfaat atau keuntungan yang diterima pembeli dari suatu barang, berdasarkan penilaian pembeli. Apabila para pembuat kebijakan berkeinginan menghormati kecenderungan pembeli, maka surplus ekonomi merupakan ukuran yang baik bagi kesejahteraan ekonomi. Adakalanya pembuat keputusan sengaja mengabaikan surplus konsumen karena mereka tidak menghargai prefrensi yang menentukan perilaku konsumen.

Dapat disimpulkan bahwa kesejahteraan ekonomis tercermin melalui surplus konsumen, yang ada pada sebagian besar pasar. Asumsi para ekonom bahwa pembuat keputusan yang rasional adalah pembeli sehingga preferensinya harus dihormati. Adapun dalam hal ini pembeli diakui sebagai penilai terbaik tentang banyaknya keuntungan yang diperoleh dari barang yang mereka beli.

Surplus Produsen

Surplus produsen merupakan perspektif mengenai seberapa besar keuntungan yang diraih oleh produsen dari pembeli.

Biaya dan Kesediaan Menjual

Ukuran mengenai keuntungan produsen atas keikutsertaanya disebut surplus produsen. Surplus produsen (producer surplus) didefinisikan sebagai selisih antara pendapata penjual dikurangi biaya produksi.

Penggunaan Kurva Penawaran untuk Mengukur Surplus Produsen

Surplus produsen berhubungan erat dengan kurva penawaran. Sama halnya dengan surplus konsumen, pada setiap kuantitas penawaran, harga yang ditunjukkan oleh kurva penawaran sama dengan biaya marjinal (marginal seller). Kurva penawaran adalah biaya yang terletak dibawah garis harga dan diatas kurva penawaran yang mengukur surplus produsen disuatu pasar. Intinya, ketinggin kurva peawaran mengukur biaya produksi yang harus ditanggung penjual dan selisih antara biaya produksi dengan harga pasar adalah surplus produsen. Dengan demikian, total bidangnya adalah penjumlahan surplus produsen dari semua penjual.

Efisiensi Pasar

Pertanyaan mengenai apakah alokasi sumber daya yang ditentukan oleh pasar bebas memang diinginkan? Pertanyaan ini dapat kita jawab melalui surplus konsumen dan surplus produsen yang digunakan sebagai landasan dalam mengukur kesejahteraan ekonomis para  penjual dan pembeli pada sebuah pasar.

Yang menjadi pokok mengenai mekanisme pasar bebas adalah:

  1. Pasar bebas mengalokasikan penawaran barang kepada pmbeli yang memberikan penilaian tertinggi atas barang itu, yang dapat diukur berdasarkan kesediaan membelinya.
  2.  Pasar bebas mengalokasikan permintaan atas suatu barang kepada para penjual yang mampu memproduksikannya dengan biaya yang paling rendah.
  3. Pasar bebas memproduksi suatu barang dalam kuantitas tertentu yang dapat memaksimalkan seluruh surplus konsumen dan surplus produsen.

BAB VIII

APLIKASI: BIAYA PERPAJAKAN

Kerugian Beban Pajak

Walaupun banyak yang menganggap bahwa pajak memang bermanfaat bagi peningkatan pendapatan negara serta bagi, peningkatan fasilitas umum seperti jalan, jembatan serta fasilitas umum yang lainnya. Ternyata dengan adanya beban pajak pun dapat berpengaruh dan menyebabkan kerugian bagi masyarakat.

Bagaimana Pajak Mempengaruhi Para Pelaku Pasar

Analisis ekonomi mengenai pajak ini biasanya memfokuskan diri terhadap pembeli, penjual, dan pemerintah. Keuntungn yang diterima pembeli akan dihitung berdasarkan surplus konsumen jumlah yang bersedia dibayarkan pembeli yang dikurangi harga yang sesungguhnya dibayarkan. Sedangkan keuntunga yang diterima penjual akan dihitung berdasarkan surplus produsen harga yang diterima penjual dikurangi dengan biaya produksinya.

Kesejahteraan Sebelum Paengenaan Pajak

Beban baku adala suatu masalah yang disebabkan oleh pajak, dimana pengenaan pajak atas suatu barang menyebabkan pengurangan surplus produsen maupun surplus konsumen.

Kesejahteraan Setelah Pengenaan Pajak

Setelah beban pajak dikenakan, maka beban biaya atas pembelian konsumsi meningkat. Sehingga surplus konsumen pun menyusut. Sedangkan harga yang diterima penjual berkurang sehingga surplus produsenya juga berkurang.

Perubahan Kesejahteraan

Dampak dari penggunaan pajak terkadang memang terasa sangat menguntungkan ataupun merugikan. Telah jelas bahwa pajak memang mengakibatkan kerugian bagi penjual dan pembeli, namun di sisi lain dapat menguntungkan bagi pemerintah.

Kerugian berupa penuruan surplus produsen dan surplus konsumen melebihi keuntungan berupa penerimaan pajak bagi pemerintah. Penurunan surplus total akibat pengenaan pajak yang mendistorsi hasil pasar inilah yang disebut sebagai kerugian beban baku.

Kerugian Beban dan Keuntugan Perdagangan

Bisa dikatakan bahwa pajak mengakibatkan kerugian bahan baku karena menghalangi penjual dan pembeli meraih keuntungan perdagangan. Kerugian lain dari beban baku yakni hilangnya surplus karena penerapan pajak mendorong pembeli dan penjual menunda perdagangan yang sebenarnya menguntungkan kedua belah pihak.

Ketika pemerintah mengenakan pajak terhadap suatu barang maka kuantitas penjual mengalami penurunan. Konsekuensinya, potensi keuntungan perdagangan tidak akan tewujud karena pembeli dan penjual menunda perdagangan yang sebenarnya masih menguntungkan kedua bela pihak, inilah bentuk lain lagi dari beban baku.

Determinan- determinan Kerugian Beban Baku

Elatisitas penawaran dan permintaan terhadap harga berpengaruh terhadap besar kecilnya beban baku yan ditimbulkan oleh pajak.Semakin besar elstisits penawaran dan pemintaan, akan semakin besar kerugian beban baku pajaknya.

Kerugian Beban Baku Pjak pad Berbagai Tingkat/ Tarif Pajak

Kenaikan maupun penuruan beban pajak dimasing- masing daerah biasanya berbeda-beda, hal ini kadang terjadi karena pemerintah tergiur untuk menciptakan  pajak dan meraih keuntungan yang besr. Kerugian beban baku adalah penurunan surplus total yang diakibatkan oleh pajak. Sedangkan penerimaan pajak adalah jumlah perkalian tarif pajak dengan jumlah penjualan.

BAB IX

Aplikasi: Perdagangan Internasional

ü  Dampak-dampak pendagangan intennasional dapat dihentikan dengan membandingkan harga domestik suatu barang dengan harga yang berlaku dipasar dunia. Jika harga domestik rendah, artinya negara yang bersangkutan memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi barang tersebut, sehingga negara ini akan menjadi pengekspor. Sedangkan jika harga didalam negeri tinggi, artinya negara lain memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi barang tersebut sehingga negara ini akan mengekspor barang tersebut.

ü  Ketika sebuah Negara membuka hubungan perdagangan internasional dan menjadi pengekspor suatu barang, maka keuntungan produsen domestik barang tersebut meningkat, sedangkan konsumen domestik akan mengalami kerugian (karena harga barangnya naik). Sebaliknya, jika negara tersebut membuka hubungan perdagangan internasional dan menjadi pengimpor suatu barang, maka para produsen domestik barang tersebut mengalami kerugian, sedangkan konsumen domestik memperoleh keuntungan (karena harga barangnya turun). Dalam kedua kasus tersebut, keuntungan yang diperoleh dan perdaganan inernasional jumlahnya melampaui besar kerugiannya.

ü  Pemberlakuan tarif-pajak barang impor akan menggerakan pasar di negara yang bersangkutan menuju keseimbangan sebelum adanya perdagangan internasional, yang berarti mengurangi keuntungan akibat perdagangan, meskipun produsen domestik diuntungkan dan pemerintah naik pendapatannya. Kerugian konsumen melampui keuntungan keuntungan tersebut.

ü  Pemberlakuan kuota impor menimbukan dampak yang mirip dengan pemberlakuan tarif. Hanya saja jika kuota impor diberlakukan keuntungan yang harusnya diterima pemerintah (dalam kasus tarif) pindah ke tangan para pemilik lisensi impor.

ü  Terdapat berbagai macam argumen yang mendukung dibatasinya perdagangan intenasional, bahwa lapangan kerja domestik perlu dilindungi, keamanan nasional harus dijaga, industri kecil harus dibantu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s