Pengantar Ilmu EKonomi Review BAB 1-5

Bab I

10 Prinsip Ekonomi

Kata “Ekonomi (ECONOMY)“ berasal dari bahasa Yunani yang dapat diartikan  “Seseorang yang melakukan kegiatan mengelola rumah tangga”

Masyarakat dan Kelangkaan Sumberdaya :

Pengelolaan sumberdaya-sumberdaya di masyarakat  sangat penting karena  keberadaan sumberdaya adalah terbatas

  • Kelangkaan (Scarcity)  berarti masyarakat hanya memiliki sumberdaya yang terbatas, oleh karenanya tidak dapat menghasilkan semua barang dan jasa yang diinginkannya.
  • Ilmu Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana masyarakat mengelola sumberdaya langka tersebut.

Suatu rumah tangga dan perekonomian selalu menghadapi proses pengambilan keputusan tentang :

  1. Siapa yang akan mengerjakan?
  2. Barang apa dan berapa yang harus diproduksi ?
  3. Sumberdaya-sumberdaya apa yang harus digunakan untuk kegiatan produksi ?
  4. Pada tingkat harga berapa barang tersebut harus dijual?

Ilmu ekonomi memiliki beberapa aspek yang disatukan oleh beberapa ide atau prinsip dasar yaitu :

Principle 1: Seseorang  menghadapi Tradeoffs dalam hidupnya.

“There is no such thing as a free lunch!”Tidak ada yang gratis di dunia ini

Dalam realitas hidup banyak pilihan  dan antara berbagai alternatif yang bisa dipilih maka individu harus membuat keputusan. Kita sering menghadapi situasi sulit dimana kita harus memilih dan mengorbankan sesuatu hal yang lain untuk memperoleh sesuatu yang hendak kita inginkan. Itulah yang di namakan trade off.

Efisiensi Vs Pemerataan

  • Efficiency artinya masyarakat mendapatkan yang terbanyak atas penggunaan sumberdaya yang langka.
  • Equity artinya benefit dari sumberdaya yang dimiliki didistribusikan secara baik diantara anggota masyarakat.

P-2: Biaya dari sesuatu adalah berapa yang anda korbankan untuk memperolehnya

Keputusan membutuhkan pembandingan biaya dan benefit atas alternatif yang dimiliki. Karena dalam suatu sistem ekonomi trade off bisa kapan pun terjadi, maka muncul istilah Opportunity yaitu adalah apa yang dikorbankan untuk menghasilkan sesuatu itu.

P-3: Orang yang rasional berpikir atas margin dari berbagai alternatif yang bisa dipilih

Margin dalam artian  penyesuaian – penyesuaian kecil terhadap suatu tindakan. Seorang pengambil keputusan yang rasional hanya akan mengambil tindakan jika dan hanya jika keuntungan marginalnya melebihi biaya marginalnya.

P-4: Seseorang respon/ tangap terhadap insentif

Dalam kehidupan sehari- hari, biasanya kita akan mengambil keputusan atas perhitungan biaya dan manfaat, sehingga jelas setiap terjadi perubahan terhadap biaya dan manfaat tersebut maka sikap kita pun akan berubah, perubahan marginal dari biaya dan benefit menyebabkan perubahan pula pada respon/ tanggapan seseorang untuk berperilaku.

P-5: Perdagangan dapat membuat seserang lebih baik (better Off).

Dengan berdagang dan menjajakan spesialisasi masing- masing individu, akan tercipta sebuah mutualisme yang dapat menguntingkan semua orang. Namun, dalam prakteknya, kita akan mengenal kompetisi, karena kompetisi merupakan implikasi dari adanya keuntungan adalah perdagangan.

P-6: Pasar biasanya cara yang paling baik untuk mengorganisasikan kegiatan ekonomi

  • Perekonomian pasar (market economy) adalah ekonomi yang mengalokasikan sumberdaya melalui keputusan yang terdesentralisasi pada banyak firms dan rumahtangga dimana satu sama lainnya berinteraksi dalam pasar barang dan jasa.
  • Rumahtangga memutuskan apa yang dibeli dan dimana akan bekerja.
  • Firms memutuskan siapa yang akan dipekerjakan dan apa yang dihasilkan.
  • Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh Adam Smith bahwa semua rumah tangga dan perusahaan yang berinteraksi di pasar, seolah-olah dibimbing oleh suatu kekuatan (invisible hand).
  • Karena rumahtangga dan perusahaan  mengamati harga ketika memutuskan apa yang akan dibeli atau dijual, mereka tanpa sadar menghitung biaya sosial atas tindakannya.
  • Sebagai hasilnya, harga mengarahkan pengambil keputusan untuk mendapatkan hasil yang dalam banyak hal cenderung memaksimalkan kesejahteraan masyarakat.

P-7: Pemerintah adakalanya dapat memperbaiki hasil mekanisme pasar.

  • Kegagalan pasar (Market failure) terjadi ketika pasar gagal mengalokasikan sumberdaya secara efisien.
  • Ketika terjadi kegagalan pasar maka pemerintah dapat campurtangan untuk tercapainya efisiensi dan pemerataan

Kegagalan pasar berpeluang terjadi dengan sebab :

  • Eksternalitas, dimana merupakan akibat dari tindakan seseorang atau perusahaan yang mempengaruhi kesejahteraan pihak diluar aktifitas tersebut
  • Kekuatan pasar (market power), dimana merupakan kemampuan satu orang atau perusahaan yang sangat berpengaruh terhadap harga pasar

P-8: Standar hidup bergantung pada kemampuan produksi suatu negaraHampir semua variasi standart hidup adalah dijelaskan dengan perbedaan produktifitas suatu negara

  • Produktifitas merupakan sejumlah barang dan jasa yang diproduksi untuk setiap jam waktu seorang pekerja

P-9: Harga meningkat jika pemerintah mencetak uang terlalu banyak

  • Inflasi adalah kenaikan di dalam keseluruhan tingkat harga dalam suatu perekonomian
  • Salah satu yang menyebabkan inflasi adalah pertambahan jumlah uang. Ketika pemerintah mencetak uang dalam jumlah yang besar, nilai dari uang akan jatuh.

P-10: Dalam jangka pendek masyarakat menghadapi tradeoff antara inflasi dan pengangguran.

  • Phillips Curve adalah ilustrasi tradeoff antara inflasi dan unemployment:
  • Individu membuat keputusan – trade-off dari pelbagai alternatif.
  • Biaya dari suatu keputusan diukur dengan dengan kesempatan yang hilang (foregone opportunities).
  • Masyarakat yang rasional membuat keputusan dengan membandingkan tingkat perubahan biaya dan perubahan benefit
  • Masyarakat akan merubah perilakunya sebagai respon atas insentif yang mereka hadapi
  • Perdagangan dapat menciptakan kondisi yang saling menguntungkan
  • Pasar pada umumnya merupakan cara yang baik mengkoordinasi perdagangan diantara masyarakat
  • Pemerintah punya potensi memperbaiki outcome pasar jika ada kegagalan pasar atau jika outcome pasar tidak seimbang.
  • Produktifitas merupakan sumber utama pada pembentukan standart hidup
  • Pertambahan uang merupakan sumber utama inflasi
  • Dalam jangka pendek masyarakat menghadapi trade off antara inflasi dan pengangguran.

BAB II

Berpikir Seperti Ekonom

            Sama seperti ilmu yang lainnya, ilmu ekonomi pun memiliki bahasan dan pemikirannya sendiri. Berfikir seperti seorang ekonom berarti memposisikan diri kita untuk melihat, mendengar, dan memahami setiap masalah ekonomi melalui sudut pandang seorang ekonom.

Dalam memahami keadaan ekonomi, seorang ekonom bekerja dengan menggunakan metode ilmiah.

  1. Metode Ilmiah: Observasi, Teori dan Observasi Lagi

Tidak seperti kimia ataupun biologi yang melakukan percobaan di laboratorium. Dalam ilmu ekonomi eksperimen terkadang sulit di lakukan. Karena sebelum melakukan penelitian para ekonom sangat memperhatikan eksperimen alami yang di berikan oleh sejarah. Ilmu ekonomi hanya dapat bertindak berdasarkan data yang tersedia dari kejadian nyata di dunia.

  1. Peranan Asumsi

Asumsi berarti menyederhanakan suatu permasalahan pada objek yang hendak dikaji. Dengan menggunakan metode ini, para ekonom akan dengan lebih mudah melakukan penelitian terhadap sesuatu, karena objek  juga terpusat pada hal – hal utama yang ingin di teliti oleh ekonom tersebut. Dalam menjawab sebuah pertanyaan, ilmu ekonomi menggunakan asumsi yang berbeda.

  1. Model Ekonomi

Jika biologi menggunakan penyederhanaan suatu contoh organ tubuh manusia dalam proses pembelajarannya, maka ekonomi menggunakan suatu model dari diagram dan persamaan. Dan karena asumsi berperan dalam suatu penelitian ekonomi, maka tiap diagram, maupun persamaan dalam ekonomi ini merupakan penyederhanaan realitas untuk memudahkan kita dalam memahami suatu permasalahan. Adapun contoh diagram model ekonomi adalah sebagai berikut:

  1. Diagram Aliran Sirkuler

Perekonomian sejatinya merupakan suatu kegiatan kompleks yang terdiri dari jutaan manusia yang sibuk dalam banyak aktifitas seperti:  menjual, membeli, bekerja, memproduksi dan sebagainya. Melalui diagram aliran sirkuler ini, maka penggambaran suatu perekonomian disederhanakan melalui suatu siklus bolak- balik antara rumah tangga dan perusahaan yang terjadi di pasar. Diagram aliran sirkuler (circular flow chart) adalah suatu model visual perekonomian yang memperlihatka aliran uang melalui pasar antara perusahaan yang memproduksi barang masukan (input) yaitu: tenaga kerja, tanah, dan modal (bangunan dan mesin), ini disebut faktor produksi (production faktor), dan faktor produksi ini dimiliki oleh rumah tangga dan sebaliknya rumah tangga pun mengkonsumsi barang dan jasa yang di produksi perusahaan.

  1. Batas Kemungkinan Produksi

Batas kemungkinan produksi ( production possibilities frontier) adalah suatu grafik yang memperlihatkan berbagai kombinasi keluaran (output) yang mungkin dapat di produksi oleh perekonomian, dengan faktor produksi tertentu dan teknologi produksi yang tersedia.

Melalui kurva batas kemungkinan produksi ini akan terlihat beberapa prinsip ekonomi seperti : trade off, kelangkaan, efisiensi, biaya oportunitas dan pertumbuhan ekonomi.

D. Mikroekonomi dan Makroekonomi

Secara garis besar ilmu ekonomi dibagi dalam dua sub bidang yang luas yaitu :

1. Ilmu mikroekonomi (microeconomics), merupakan kajian tentang bagaimana rumah tangga dan perusahaan membuat keputusan, dan bagaimana mereka berinteraksi di pasar tertentu.

2. Ilmu makroekonomi (macroeconomics), merupakan kajian tentang gejala,      fenomena perekonomian secara luas, termasuk inflasi, pengangguran dan pertumbuhan ekonomi.

Pakar Ekonomi Sebagai Penasihat Kebijakan

Ekonom terkadang dapat menjadi seorang ilmuwan ketika memberikan suatu pernyataan positif dan sebaliknya dapat menjadi seorang penasihat ketika memberikan pernyataan normatif. Pernyataan positif (positive statement) adalah klaim yang menjelaskan dunia sebagaimana adanya, sedangkan pernyataan normatif (normative statement) adalah klaim yang mencoba menunjukkan bagaimana dunia seharusnya.

Perbedaan utama pernyataan positif dan normatif adalah bagaimana kita menilai keabsahan mereka. Pernyataan postif dapat kita evaluasi dengan cara memeriksa fakta. Sedangkan pernyataan normatif dapat di evaluasi dengan cara analisis positif dan pertimbangan nilai.

Mengapa Para Ekonom Bersilang Pendapat

Menurut Bernard Shaw bahwa “jika semua ahli ekonomi di jajarkan dari ujung ke ujung, mereka tidak akan mencapai suatu kesepakatan.” Hal ini terjadi karena :

  1. Para ekonom mungkin tidak setuju mengenai keabsahan teori- teori positif alternatif.
  2. Para ekonom mungkin mempunyai nilai yang berbeda dan karenanya memiliki pandangan normatif yang berbeda tentang kebijakan apa yang harus di coba untuk di jalankan.

BAB III

SALING KETERGANTUNGAN DAN KEUNTUNGAN PERDAGANGAN

Setiap hari sesungguhnya hidup kita tergantung pada begitu banyak orang lain di seluruh dunia. Pakaian kita, bahan makanan, kendaraan, dan segalanya hampir tidak kita produksi sendiri melainkan dibuat oleh orang lain di tempat- tempat lain di seluruh dunia ini. Sehingga timbullah suatu istilah interdepensi atau saling ketergantungan.

Interdepensi atau saling ketergantungan ini sangat dimungkinkan terjadi karena manusia yang satu senantiasa mengadakan pertukaran atau perdagangan dengan manusia lainnya.

Kemungkinan- kemungkinan Produksi

Seperti penjelasan pada bab dua, kurva batas- batas kemungkinan produksi memperlihatkan berbagai paduan output yang dapat muncul pada suatu perekonomian. Hal ini mengilustrasikan salah satu dari sepuluh prinsip ekonomi pada bab satu, yang menyatakan bahwa setiap orang senantiasa menghadapi dilema atau trade off.

Spesialisasi dan Perdagangan

Seperti yang pernah disebutkan sebelumnya bahwa perdagangan dapat saling menguntungkan semua pihak. Melalui perdagangan atas spesialisasi masing- masing, maka akan tercipta suatu mutualisme. Hal ini beralasan karena keterbatasannya seseorang tidak akan mampu memproduksi segala kebutuhannya sendiri. Melalui pertukaran atau perdagangan seseorang akan mendapatkan kombinasi konsumsi dengan harga yang lebih murah dan variatif dibandingkan jika dirinya menciptakan sendiri.

Prinsip Keunggulan Komparatif

  1. Keunggulan Absolut

Ketika para ekonom membandingkan produktifitas dua atau lebih produsen berdasarkan biaya mutlak produsen biasanya menggunakan istilah keunggulan absolut (absolute advantages), produsen yang memerlukan biaya atau input (faktor- faktor produksi) paling sedikit dalam menghasilkan suatu barang, jasa, dikatakan sebagai produsen yang memiliki keunggulan absolut dalam menghasilkan barang, jasa yang bersangkutan. Sehingga keunggulan absolut dapat dikatakan bahwa jika seseorang dapat menghasilkan barang dengan input lebih sedikit maka ia memiliki keuntungan absolut dalam memproduksi suatu jenis barang.

  1. Biaya Oportunitas dan Keunggulan Komparatif

Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya pada bab satu, bahwa biaya oportunitas adalah segala sesuatu yang harus dikorbankan dalam rangka memperoleh sesuatu. Sedangkan yang dimaksud dengan keunggulan komparatif (comparative advantage) adalah perbandingan antara produsen suatu jenis barang, berdasarkan biaya oportunitas yang harus di pikul masing- masing produsen. Kaitan antara biaya oportunitas dan biaya komparatif adalah jika seseorang menanggung biaya oportunitas lebih kecil dalam menghasilkan barang, maka orang tersebut dapat dikatakan memiliki keunggulan komparatif. Satu hal yang perlu di garis bawahi adalah mengingat bahwa biaya oportunitas suatu barang selalu merupakan kebalikan dari biaya oportunitas yang lainnya, maka seseorang biasanya tidak dapat menguasai keunggulan komparatif dari dua jenis barang.

  1. Keunggulan Komparatif Perdagangan

Karena tiap orang tidak mungkin menguasai keunggulan komparatif dari sumua barang dan jasa atau dalam artian hanya mampu menguasai keunggulan komparatif dari satu jenis barang, maka tiap orang melakukan pertukarrran atau aktivitas jual beli satu sama lain. Sehingga tiap- tiap orang tersebut dapat merasakan kepuasan karena menikmati variasi konsumsi barang yang berbeda. Melalui perdagangan antara biaya oportunitas dan keunggulan komparatif yang berbeda inilah akan tercipta keuntungan perdagangan (gain for trade).

Kegiatan saling menguntungkan ini akan tampak begitu nyata dalam kehidupan dunia, karena aplikasi dari keunggulan komparatif sangatlah luas. Tiap- tiap orang hanya mampu menguasai spesialisasi tertentu sehingga untuk mengadakan efisiensi demi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya melalui perdagangan dengan orang lain. Prinsip keunggulan komparatif dapat berlaku, baik terhadap Negara maupun terhadap individu. Dan demikian bahwa keberadaan keuntungan perdagangan sesunguhnya bertolak dari keunggulan komparatif, bukan perdagangan. Oleh karena itu sudah selazimnya para ekonom menggunakan prinsip keunggulan komparatif.

BAB IV

Kekuatan Pasar

Penawaran dan Permintaan

Dalam dunia ekonomi, penawaran dan permintaan adalah dua kata yang paling sering digunakan oleh para ekonom. Keduanya merupakan kekuatan yang membuat perekonomian pasar bekerja dan menentukan kuantitas barang yang di produksi dan harga ketika barang tersebut terjual.

  • Pasar kompetitif

Para ekonom menggunakan model penawaran dan permintaan untuk menganalisis pasar-pasar yang kompititif, terdapat banyak penjual dan pembeli, masing-masing hanya berpengaruh kecil terhadap harga pasar.

Pasar adalah sekumpulan pembeli atau penjual dari sebuah barang atau jasa tertentu. Sedangkan pasar kompetitif adalah pasar yang terdiri atas banyak sekali pembeli dan penjual sehingga pengaruh masing – masing terhadap harga pasar sedemikian kecilnya sehingga dapat di abaikan.

  • Persaingan sempurna dan tidak sempurna

Pasar persaingan sempurna (perfectly competitive) di bentuk oleh dua karakteristik yaitu

1)      Barang – barang yang di tawarkan semuanya sama

2)      Pembeli dan penjual sangat banyak sehingga tidak ada seorangpun yang dapat mempengaruhi harga pasar. Karena baik penjual dan pembeli harus menerima harga yang telah di tetapkan oleh pasar (price taker).

  • Dalam beberapa pasar hanya memiliki satu penjual yang menetapkan harga, penjual seperti ini disebut seorang monopoli.
  • Pertengahan antara monopoli dan pasar persaingan sempurna disebut oligopoly yang memiliki beberapa penjual tetapi tidak terlalu agresif dalam bersaing.
  • Pasar yang penjualnya masih memiliki sedikit kemampuan untuk menetapkan harga produknya disebut persaingan monopolistic.

Faktor – faktor yang menentukan permintaan individu diantaranya adalah harga, pendapatan, harga barang lain yang berkaitan, selera dan ekspektasi. Jika salah satu dan faktor-faktor tersebut berubah, maka kurva permintaanya akan bergeser.

  •  Kuantitas barang yang diminta (quantity demanded) adalah jumlsh barang yang ingin dan mampu di beli oleh pembeli.
  • Hukum permintaan (law of demand) adalah pernyataan bahwa dengan menganggap hal lainnya tetap, kuantitas yang diminta menurun ketika harga sebuah barang meningkat.
  • Barang normal (normal good) adalah sebuah barang yang jika pendapatan meningkat akan mendorong peningkatan terhadap permintaan barang tersebut, dengan menganggap hal lainnya tetap.
  • Barang inferior (inferior good) adalah sebuah barang yang jika pendapatan meningkat akan mendorong peningkatan terhadap permintaan, dengan menganggap hal lainnya tetap.
  • Barang substitusi (substitutes) adalah dua barang dimana peningkatan harga barang pertama mendorong peningkatan dalam permintaan terhadap barang kedua.
  • Barang komplemen (complement) adalah dua barang dimana peningkatan harga barang pertama mendorong penurunan dalam permintaan barang lainnya.

Kurva permintaan menunjukan bagaimana jumlah suatu barang yang diminta bergantung padaharganya. Menurut hukum permintaan, jika harga barang turun, maka jumlah permintaannya naik.Oleh karena , kurva permintaaan semakin itu ke kanan semakin turun.

  • Skedul permintaan (demand schedule) adalah sebuah tabel yang memperlihatkan hubungan antara harga barang dengan kuantitas yang diminta.
  • Kurva permintaan (demand curve) adalah sebuah grafik yang memuat hubungan antara harga sebuah barang dengan kuantitas yang diminta.
  • Ceteris paribus adalah sebuah istilah bahasa latin yang diartikan sebagai “hal lainnya tetap.” Istilah ini digunakan untuk mengingatkan bahwa semua variabel selain variabel yang sedang diteliti diasumsikan konstan.

Faktor – faktor yang menentukan penawaran individu diantaranya adalah harga, harga input teknologi dan ekspektasi. Jika salah satu dan faktor-faktor tersebut berubah, maka kurva penawarannya akan bergeser.

  • Kurva penawaran (supply curve) adalah kurva yang menggambarkan hubungan antara harga barang dengan kuantitas yang ditawarkan.
  • Perpotongan kurva penawaran dan kurva permintan disebut titik keseimbangan. Jumlah yang di inginkan sama dengan jumlah yang di tawarkan.
  • Ekuilibium (equilibrium) adalah situasi ketika penawaran dan permintaan berada dalam keadaan seimbang.
  • Kuantitas ekulibrium (equilibrium quantity) adalah kuantitas yang ditawarkan dan yang diminta pada saat harga berada pada ekuilibrium penawaran dan permintaan.
  • Harga ekulibrium adalah harga yang menyeimbangkan penawaran dan permintaan.
  • Surplus adalah suatu keadaan dimana kuantitas yang ditawarkan lebih besar pada kuantitas yang diminta.
  • Kekurangan (shortage) adalah suatu keadaan dimana kantitas yang diminta lebih besar daripada kuantitas yang ditawarkan.
  • Hukum penawaran dan permintaan (law of  supply and demand) adalah pernyataan bahwa harga setiap barang menyesuaikan diri untuk membawa penawaran dan permintaan barang tersebut pada keseimbangan.

BAB V

Elastisitas dan Aplikasinya

Elastisitas harga permintaan mengukur seberapa besar jumlah yang diminta merespons perubahan harga. Permintaan cenderung menjadi Iebih elastis jika tersedia barang-barang substitusi terdekatnya, jika barangnya adalah suatu kemewahan dan bukan kebutuhan, jika pasarnya didefinisikan secara sempit, atau jika para pembeli membutuhkan waktu yang lama untuk bereaksi terhadap perubahan.

• Elastisitas harga permintaan didefinisikan sebagai perubahan persentase jumlah permintaan dibagi perubahan persentase harga. Apabila elastisitas kurang dan 1, maka pergerakan jumlah permintanIebih kecil dibandingkan pergerakan harga, dan pemintaan dikatakan elastis.

• Pendapat total jumlah, jumlah yang harus dibayar untuk sebuah barang, sama dengan barang dikalikan jumlah yang terjual. Untuk kurva permintaan inelastis, pendapatan total meningkat jika harga naik, untuk kurva permintaan elastis, pendapatan total menurun jika harga naik.

• Elastisitas pendapatan dan permintaan mengukur seberapa besar jumlah permintaan merespon perubahan pendapatan konsumen. Elastisitas harga silang dan permintaan mengukur seberapa besar jumlah permintaan suatu barang merespons perubahan harga barang lainnya.

• Elastisitas harga penawaran mengukur seberapa besar jumlah penawaran merespons perubahan harga. Elastisitas mi sering kali bergantung pada jangka waktu yang digunakan. Dalam kebanyakan pasar, penawaran lebih elastis untukjanga panjang dan pada untukjangka pendek.

• Elastisitas harga penawaran didefinisikan sebagai perubahan persentase jumlah penawaran dibagi kurang dan 1, maka pergerakan jumlah penawaran lebih kecil dibandingkan pergerakan harga, dan dikatakan inelastis. Apabila elastisitas kurang lebih dan 1, maka pergerakan jumlah penawaran lebih besar dibandingkan pergerakan harga dan penawaran dikatakan elastis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s